Header Ads

Perjodohan dan Anti Noda



(sebuah renungan)-Kisah ini terjadi sekitar minggu ke 2 bulan Mei 2017 atau beberapa hari lalu dan terjadi di daerah P********O Jawa Timur (tempat doeloe kita sekolah). Ketika itu semua orang sibuk dg kegiatan masing2.


Seorang gadis anak tunggal dari pengusaha kaya di daerahnya, satu2nya pewaris tunggal dari semua kekayaan ayahnya. Gadis ini diam2 mencintai pemuda buruh pabrik di perusahaan ayahnya begitu. Pemuda itu juga mencintai sang gadis yang anak dari sang bos tempatnya dia bekerja.

Lama-kelamaan sang ayah tahu hubungan antara putri semata wayangnya dengan salah satu buruh di pabriknya itu, jelas saja sang ayah tak merestui hubungan ini, perbedaan faktor ekonomi jadi sebab musababnya.

Sudah beberapa kali putrinya minta agar merestui hubungan cintanya tapi sang ayah tetap bersikukuh dengan keputusannya, hingga sang ayah mengancam kepada sang pemuda akan memecat dia dari pekerjaannya bila pemuda itu tak juga memutuskan hubungan asmara dengan putrinya.

Keputusan ayah tak memudarkan cintanya, mereka tetap bersikeras melanjutkan hubungan mereka ke jenjang lebih serius, hingga akhirnya gadis itu pergi meninggalkan rumah bersama pemuda, walau sang gadis tahu kehidupannya akan sengsara namun itu tak menghalangi niatnya untuk minggat dari rumah.

Ayahnya bingung mencari dimana keberadaan putrinya itu, hingga dia sadar apa yang telah dilakukannya selama ini telah melukai hati putrinya, dia pun segera menulis permintaan maafnya di beberapa media surat kabar nasional dan lokal.

“Anakku sayang, maafkan ayah, nak. Aah tahu cinta kalian tak dapat dipisah pulanglah, nak, ayah merestui kalian”

Hingga akhirnya isi permintaan maaf itu terbaca sang gadis dan dia pulang menemui ayahnya ditemani sang pemuda, tentunya kedatangan mereka disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga sang gadis.

Hari berganti hari persiapan pernikahannya hampir rampung, hari ini calon pengantin berada disebuah boutique untuk fiting baju pengantin. Ketika sang gadis tengah asyik mencoba gaun pengantinnya, sang pemuda berpamit untuk beli minuman disebuah toko yang terletak diseberang boutique.

Ketika pemuda ini menyebrang tanpa diduga truk kecepatan tinggi menabraknya hingga dia terpental jauh beberapa meter, sang gadis yang lihat kejadian itu berlari ke arah pemuda itu. Naas pemuda itu wafat ditempat, darah pemuda itu mengalir digaun putih pengantin sang gadis dan dia tak sadarkan diri.

Besoknya, jenazah pemuda dikebumikan. Hingga malam setelah pemakamannya, ibu sang gadis bermimpi didatangi nenek tua yang menyuruh untuk segera membersihkan noda darah sang pemuda digaun putih pengantin sang gadis, namun sang ibu malah mengabaikannya.

Hingga malam kedua setelah pemakaman giliran sang ayah yang bermimpi didatangi nenek tua untuk membersihkan noda darah itu, karena merasa ada keganjilan, mereka mencoba menghilangkan noda darah itu. Namun, hingga hari ke-6 darah itu tak juga menghilang dari gaun putih pengantin.

Walau segala usaha dilakukan, malamnya sang gadis ini pun bermimpi didatangi nenek tua dan dia mengancam akan membunuh sang gadis bila sampai hari ke-7 noda darah itu tak juga menghilang.

Sampai lah hari ke-7 setelah pemakaman, malam itu tak seperti biasa rumah gadis sepi, tiba2 ada yang menggedor pintu utama. Dengan segenap keberanian gadis itu membuka pintu utama. Yang di lihatnya seorang nenek yang datang kedalam mimpinya semalam ada dihadapannya, hingga gadis itu terjatuh lunglai tak berdaya,

“Siapa kamu? Mau apa kesini?” tanya sang gadis ketakutan. Bukannya menjawab pertanyaan sang gadis, nenek itu malah semakin mendekati gadis itu. “Nenek hanya ingin memberikan ini, nak” jawab sang nenek melemparkan sebuah bungkusan ke arah sang gadis.

“Ini apa?” tanya sang gadis masih ketakutan dan gemetaran. Dengan suara lirih nenek itu menjawab : “Itu RINSO anti noda, Untuk membersihkan noda yang paling membandel. Serrriuuuss amat bacanya. (Aguk; dari grup sebelah)-FR.

Tidak ada komentar