Header Ads

Penyebab serangan jantung(2/2)


(Berikut dari sumber berbeda)-Serangan jantung karena pasokan darah ke jantung terganggu. Jantung butuh pasokan darah konstan yang mengandung oksigen, sama halnya dengan organ dan jaringan lain. Jika jantung tak dapat pasokan darah yang cukup, otot2 jantung akan rusak dan bisa mati.


Otot jantung bisa rusak yang tidak bisa dipulihkan kembali bila tidak segera diobati. Jantung akan berhenti berdetak jika kerusakan terjadi pada sebagian besar jantung, ini dikenal dengan istilah henti jantung. Pada akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan kematian.

Kondisi utama penyebab serangan jantung itu penyakit jantung koroner. Ini kondisi pembuluh koroner tersumbat oleh penumpukan kolesterol (plak). Kemudian plak mengalami keretakan. Hasilnya, terjadi penggumpalan darah pada plak retak itu. Aliran pasokan darah yang lewat pembuluh koroner ke jantung terhalang penggumpalan ini dan ririkonya serangan jantung. Berikut penyebab lain serangan jantung:

·         Penyalahgunaan obat-obatan. Obat2an stimulan saraf seperti kokain, amphetamine (shabu), dan methamphetamine (kristal Meth) bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta memicu serangan jantung. Serangan jantung pada pemakai kokain jadi penyebab utama kematian usia muda.

·         Aneurisma. Ini kondisi ketika ada kelemahan dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang melemah tak akan bisa menahan tekanan dari darah yang mengalir melewatinya. Akibatnya pembuluh darah mengalami keretakan. Jika aneurisma terjadi di pembuluh koroner, maka aliran darah terhambat dan serangan jantung terjadi.

·         Hipoksia atau kekurangan oksigen di dalam darah. Kadar oksigen dalam darah bisa menurun karena keracunan karbonmonoksida atau fungsi paru yang rusak. Akibatnya, tubuh dialiri darah yang tidak mengandung oksigen dan akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Faktor risiko
Terdapat faktor2 risiko yang berkontribusi menyebabkan terjadinya penimbunan lemak dan akhirnya mempersempit pembuluh darah. Beberapa faktor yang disebutkan di bawah ini dapat ditangani atau dihilangkan untuk menghindari terjadinya serangan jantung.

·         Riwayat kesehatan keluarga. Jika terdapat anggota keluarga dekat, terutama ortu dan saudara kandung yang berriwayat penyakit jantung, risiko Anda mengalaminya 2x lipat lebih tinggi.

·         Merokok. Karbonmonoksida dan nikotin rokok meningkatkan tekanan jantung dengan membuat jantung bekerja lebih cepat. Rokok dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah. Bahan kimia rokok bisa merusak lapisan pembuluh koroner. Perokok berisiko lebih tinggi 24% mengalami penyakit jantung.

·         Diabetes. Pada DM tipe 1 dan DM tipe 2 yang tak terkendali, kadar glukosa darah yang tinggi merusak dinding pembuluh koroner. Penderita DM lebih rentan terkena penyakit jantung koroner.
·         Hipertensi. Pembuluh koroner akan menjadi lemah jika hipertensi tidak ditangani.

·         Obesitas atau kelebihan berat badan. Ini tak langsung meningkatkan risiko berpenyakit jantung koroner atau serangan jantung. Tapi kondisi ini jadi pemicu munculnya faktor risiko lain. Orang obesitas lebih cenderung mengalami hipertensi, makan2an berlemak, dan berisiko terkena DM.

·         Usia dan jenis kelamin. Makin tambah usia seseorang, kemungkinan berpenyakit jantung koroner juga meningkat. Pria lebih cenderung terserang penyakit jantung koroner dibandingkan wanita.

·         Minuman keras. Minum2an keras berlebih bisa menyebabkan hipertensi dan kadar kolesterol bertambah. Risikonya penyakit jantung koroner meningkat. Yang suka mengonsumsi minuman keras cenderung bergaya hidup lebih buruk, misalnya merokok, makan2an berlemak, dan kurang ber-OR.

·         Makanan. Makanan yang mengandung lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol darah. Risikonya menderita penyakit jantung koroner dan serangan jantung meningkat. Untuk menurunkan kadar kolesterol, Anda bisa mengubah pola makan dan mengonsumsi obat statin.

·         Olahraga. Kurang berolahraga bisa berakibat pada obesitas dan hipertensi, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko serangan jantung.
·         Polusi udara. Berdasar penelitian, polusi udara terutama asap kendaraan, bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner.

·         Memiliki masalah dengan penyakit autoimun. Penyakit seperti artritis, lupus, dan penyakit autoimun lain bisa meningkatkan risiko mengalami serangan jantung.
Riwayat preeklamsia saat hamil. Wanita yang preeklamsia atau hipertensi saat hamil lebih berisiko mengalami serangan jantung. Tamat……………… (http://www.alodokter.com/serangan-jantung/penyebab)-FatchurR

1 komentar:

  1. Trims atas penjelasannya tentang penyakit jantung. Satu pertanyaan, adakah hubungan PJK (Penyakit Jantung Koroner) dg stress ?

    BalasHapus