Header Ads

Jejak Kafein yang cemari lingkungan



Jakarta-Suka minum kopi? Boleh2 saja, namun sebaiknya tidak berlebihan. Hasil penelitian terbaru menunjukkan, urine penggemar kopi mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan alam liar.


Penelitian oleh San Diego Regional Water Quality Control Board itu menekankan tubuh manusia tidak mampu menyerap semua kafein dalam kopi. Sisanya dibuang bersama urine, mencemari lingkungan dan mengancam keselamatan makhluk hidup. Biasanya, sistem pembuangan di AS cukup baik dalam mengola limbah kafein.

Dalam beberapa penelitian terkini, kafein terdeteksi dalam sampel air di alam. Karena tidak ada sumber kafein alami di Amerika Utara, maka dipastikan jejak itu berasal dari kopi dan obat2an. Penelitian2 sebelumnya mengungkap jejak kafein di sistem pembuangan limbah di perkotaan. Kali ini sampel dari pedesaan juga menunjukkan ada jejak kafein kafein dalam rentang 0,032-0,662 mikrogram perliter.

Temuan ini lalu dikaitkan dengan dampak pada kehidupan alam liar. Kerang
2 di pesisir Oregon dan San Diego dipaksa menggunakan energinya untuk menghasilkan protein yang melindungi DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) pada paparan tingkat rendah. Namun pada paparan yang lebih tinggi, kerang-kerang ini berhenti memproduksi protein.

"Mereka tertekan pada tingkat sel sehingga tidak dapat melindungi DNA
nya" kata sang peneliti, Elise Granek dari Portland State University seperti dikutip dari Newsdeeply. (Aguk; sumber up/up; AN Uyung Pramudiardja; https://health.detik.com/read/2017/06/12/082944/3527349/763/jejak-kafein-ditemukan-di-alam-urine-pencinta-kopi-cemari-lingkungan)- FR

Tidak ada komentar